Dikenal Wisata Budaya, Inilah 6 Keunikan Festival Palang Pintu

 
Saat pertama kali mendengar Palang Pintu, maka yang pertama kali dibayangkan adalah prosesi pernikahan. Prosesi Palang Pintu memang ada di dalam pernikahan budaya betawi. Tak hanya untuk menikah, namun juga diperuntukkan hiburan warga. Oleh karena itu tercipta Festival Palang Pintu sebagai festival budaya yang diadakan rutin.
 

Keunikan Festival Palang Pintu

Budaya yang lahir dari adat Betawi ini kini mulai diperkenalkan masyarakat. Selain sebagai hiburan, juga untuk melestarikan budaya Palang Pintu. Berikut penjelasannya!
 

1. Arti Unik Palang Pintu

Menurut KBBI, Palang berarti penghalang dan Pintu berarti pintu. Jadi, Palang Pintu memiliki arti penghalang bagi orang untuk masuk pintu atau dalam arti lain tidak bisa sembarangan orang bisa masuk.
 
Masyarakat Betawi memiliki tradisi membuka penghalang bagi orang untuk masuk ke daerahnya dimana memiliki jawara yang biasa dipakai untuk adat pernikahan. Zaman dahulu, ada Jawara yaitu si Pitung yang memperistri Aisyah seorang putri jawara namun berhasil dikalahkan si Pitung.
 

2. Dipakai untuk Prosesi Pernikahan

Tradisi ini umumnya digunakan saat prosesi pernikahan adat betawi. Saat memasuki rumah mempelai perempuan, jawara dari laki-laki dan perempuan akan saling memamerkan keahlian beladiri. Beladiri yang dilakukan tidak sungguh-sungguh untuk mengalahkan lawan, namun diatur agar jawara dari perempuan kalah dan pengantin laki-laki dapat masuk rumah.
 

3. Hakikat Palang Pintu

Hakikat dari prosesi palang pintu untuk membuat pengantin laki-laki lebih memperhatikan nilai agama terkhusus mengaji. Selain itu juga menyiratkan pesan bahwa pernikahan adalah sakral dan dilakukan sekali dalam seumur hidup. Hal ini juga berarti pengantin laki-laki tak bisa dengan mudahnya meminang dan memasuki rumah perempuan.
 

4. Tahapan Prosesi Palang Pintu

Palang Pintu diawali dengan dinyalakannya petasan beruntun. Kemudian mempelai laki-laki dan orangtuanya beralih ke pintu dengan posisi pengantin berada di tengah. Dibacakan doa dan sholawat Dustur. Setelahnya, pengantin laki-laki mencium dan meminta doa orang tua serta keluarganya. Kemudian calon pengantin laki-laki akan memegang sirih dare menuju pengantin perempuan.
 
Belakang pengantin laki-laki ada rebana Ketimpring yang di belakangnya lagi ada keluarga serta besan membawa seserahan. Perjalanan diiringi rebana Ketimpring serta didampingi tukang silat dan tukang pantun. Setelah itu menunaikan syarat-syaray simbol keberanian dan taat beragama.
 

5. Peralatan Palang Pintu

Ketimpring yaitu rebana Betawi pengiring pengantin. Berjumlah 3 buah dan beristilah Ngempat, Ngelime, Ngenem. Kembang Kelape, yang dijadikan simbol sebagai benda dengan sejuta manfaat. Salah satu pohon yang mulai dari akar hingga daun tidak akan terbuang percuma. Memiliki arti agar pengantin bermanfaat bagi keluarga, nusa dan bangsa.
 
Petasan memiliki fungsi alat informasi atau mengabarkan kepada tetangga. Selain itu juga sebagai isyarat mengundang tetangga untuk datang. Karena jaman dulu rumah antar warga berjarak sangat jauh dan perlu petasan untuk mengundang.
 
Sirih Dare berjumlah 14 lembar diposisikan 7 lembar kiri dan 7 lembar kanan. Daun dilipat terbalik dan dibentuk bungkusan kacang rebus dengan tengahnya diberi sekuntum mawar merah. Memiliki arti pengantin laki-laki mengajak pengantin perempuan untuk bersanding.
 

6. Kegiatan Festival Palang Pintu

Diselenggarakan sekali dalam setahun memperingati HUT Kota Jakarta berlokasi di Jalan Kemang Raya. Kegiatan ini dilatarbelakangi keberagaman etnik Betawi yang semakin bervariasi. Selain itu juga untuk mempertegas jati diri kota Jakarta serta dilengkapi kegiatan menarik di dalamnya.
 
Itulah beberapa keunikan dalam Festival Palang Pintu yang diadakan untuk mempertegas jati diri budaya Betawi. Terdapat kegiatan menarik lainnya yang mengiringinya. Ajak keluarga untuk bergabung dalam acara besar ini.

Belum ada Komentar untuk "Dikenal Wisata Budaya, Inilah 6 Keunikan Festival Palang Pintu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel